Humor dan Info Lucu

Berbagai humor lucu dan menarik

Jangan Bohong Terhadap Ibu

John mengundang ibunya makan malam di apartemennya. Sewaktu makan, ibunya selalu memperhatikan betapa cantiknya teman satu apartemen anaknya John.

Sang ibu malah sudah lama memendam kecurigaan adanya hubungan istimewa antara John dan teman se apartemen nya dan oleh sebab itu menambah
keingintahuan sang ibu tentang hubungan anaknya itu. Hingga malam hari, sang ibu memperhatikan bagaimana kedua insan itu berinteraksi sang ibu mulai ber-tanya2 dalam hatinya ada apa dibalik hubungan John dan temannya itu yang tidak kasat mata.

Membaca pikiran sang ibu, John berkata,”Saya tahu apa yang ada dalam pikiran ibu, tetapi saya jamin, Julie dan saya hanyalah TEMAN BIASA
saja.”

Satu minggu kemudian , Julie mengatakan pada John, “Sejak ibumu datang makan malam, saya tidak dapat lagi menemukan sendok perak kuah itu.
Kau tidak akan mengira ibumu membawanya bukan.” John berkata,”Aku meragukan hal itu, tetapi untuk memastikannya aku akan menulis surat padanya.

Lalu John menulis suratnya sebagai berikut:

Ibu yang tercinta,
Saya tidak mengatakan ibu “mengambil” sendok kuah dari apartemenku, dan saya juga tidak mengatakan ibu “tidak mengambil” sendok kuah itu.
Tetapi faktanya adalah bahwa sendok kuah itu raib sejak ibu datang makan malam disini.

Beberapa hari kemudian John menerima surat dari ibunya yang berbunyi:

Puteraku sayang,
Ibu tidak mengatakan kau “tidur” dengan Julie, dan ibu juga tidak mengatakan kau “tidak tidur” dengannya.
Tetapi faktanya adalah bila ia tidur ditempat tidurnya sendiri,ia akan menemukan sendok kuah itu.
Ibumu tercinta.

Pelajaran untuk hari ini: “Jangan membohongi ibumu!”

27 April 2009 Posted by | Humor Daerah, Humor Keluarga | , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Arti Politik di Bagi Seorang Anak

Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya.

Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan.

“Baiklah Nak, Ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan, misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?”

Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak.

Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.

Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK.

Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya:

“Politik adalah hal dimana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang menyedihkan.”

 


Kumpulan Info Terbaru dan Menarik

11 April 2009 Posted by | Humor Dewasa | , , , , , | 1 Komentar

Mengajar Murid SD tentang Bahaya Alkohol

Suatu pagi yang indah di sebuah sekolah dasar,seorang Pak Guru yang begitu berdedikasi sedang mengajar murid-muridnya tentang betapa bahayanya minuman keras kepada mereka.

Sebelum memulai mata pelajarannya pada hari itu dia telah mengambil 2 ekor cacing yang hidup, sebagai sampel kehidupan dan dua gelas minuman yang masing-masing berisi dengan air mineral dan Whiskey yang mengandung kadar alkohol tinggi.
“Coba perhatikan anak-anak! Lihat bagaimana saya akan memasukkan cacing ini kedalam gelas, perhatikan betul-betul. Cacing yang sebelah kanan saya, akan saya masukkan ke dalam air mineral manakala cacing yang sebelah kiri saya akan masukkan ke dalam Whiskey. Perhatikan betul-betul!”

Semua mata tertumpu pada kedua ekor cacing itu. Seperti diperkirakan, cacing yang berada dalam gelas yang berisi air mineral itu berenang-renang di dasar gelas, manakala cacing yang berada di dalam whiskey menggeliat lalu mati.

Pak Guru tersenyum lebar, apabila melihat murid-muridnya memberikan perhatian sepenuh hati pada pelajaran praktek yang dia berikan.
“Baiklah anak-anak, apa yang kamu dapat pelajari dari praktek yang Pak Guru tunjukkan tadi??”

Dengan penuh keyakinan murid-muridnya menjawab, “UNTUK MENGHINDARI CACINGAN…MINUMLAH WHISKEY!”




5 Desember 2008 Posted by | Humor Pendidikan | , , , , , , , , | 2 Komentar

Mengajar Sex pada Anak

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk Sekolah Dasar (SD) bertanya kepada ayahnya, “Ayah, sex itu apa sich?”

Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si Upik. Terbayang dia tentang arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berpikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil. Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.

Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.

Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya itu. Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan.

“Eh kenapa ya?” tanya si ayah.

Si ayah bertanya keheranan. Tetapi si anak masih tetap menangis.

“Jawabanya panjang amat… hu… hu… hu…” tangis si Upik.

“Lalu di mana tempat untuk tulis jawabannya??? Ayah sajalah yang tulis jawabannya!!!!! Hu… hu… hu…”

Si Upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada halaman depannya tertulis:

NAME :
SCHOOL :
CLASS :
SEX :



28 November 2008 Posted by | Humor Keluarga | , , , , , , | 2 Komentar

Nilai Ulangan Anak

Pada suatu hari seorang Ayah menanyakan hasil ulangan kepada anaknya.

Ayah: “Berapa nilai ulanganmu, nak?”

Anak: “Sepuluh, Pak.”

Ayah: ” Wah hebat benar anak bapak ini, kalau temanmu dapat nilai berapa?”

Anak: “Kalau temanku ada yang dapat 70, 80, 90, dan bahkan ada yang mendapat 100″

Ayah: “????!!!”




24 November 2008 Posted by | Humor Keluarga | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Saudara Perempuan

Seorang salesman menelepon sebuah rumah, dan seorang anak laki-laki berumur lima tahun, Boby, mengangkat teleponnya.

Salesman: “Bisakah saya berbicara dengan Ibumu?”
Boby: “Oh, Ibu sedang pergi ke pasar!”

Salesman: “Kalau begitu adakah orang lain yang ada di rumah selain kamu?”
Boby: “Ada, saudara perempuanku!”

Salesman: “Kalau begitu bisakah saya berbicara dengannya?”
Boby: “Sebentar ya, Om!”

Setelah 15 menit menunggu, akhirnya salesman itu mendengar kembali suara Boby di ujung telepon.

Boby: “Hallo?”
Salesman: “Lho, kok kamu lagi? Aku kira kamu pergi memanggilkan saudara perempuanmu?”

Boby : “Iya Om, tapi Boby susah ngeluarin dia dari dalam box bayinya!”
Salesman: “Ya ampun!!!”




24 November 2008 Posted by | Humor Keluarga | , , , , , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.