Humor dan Info Lucu

Berbagai humor lucu dan menarik

Mengajar Sex pada Anak

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk Sekolah Dasar (SD) bertanya kepada ayahnya, “Ayah, sex itu apa sich?”

Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si Upik. Terbayang dia tentang arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berpikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil. Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.

Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.

Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya itu. Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan.

“Eh kenapa ya?” tanya si ayah.

Si ayah bertanya keheranan. Tetapi si anak masih tetap menangis.

“Jawabanya panjang amat… hu… hu… hu…” tangis si Upik.

“Lalu di mana tempat untuk tulis jawabannya??? Ayah sajalah yang tulis jawabannya!!!!! Hu… hu… hu…”

Si Upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada halaman depannya tertulis:

NAME :
SCHOOL :
CLASS :
SEX :



28 November 2008 Posted by | Humor Keluarga | , , , , , , | 2 Komentar

Nilai Ulangan Anak

Pada suatu hari seorang Ayah menanyakan hasil ulangan kepada anaknya.

Ayah: “Berapa nilai ulanganmu, nak?”

Anak: “Sepuluh, Pak.”

Ayah: ” Wah hebat benar anak bapak ini, kalau temanmu dapat nilai berapa?”

Anak: “Kalau temanku ada yang dapat 70, 80, 90, dan bahkan ada yang mendapat 100”

Ayah: “????!!!”




24 November 2008 Posted by | Humor Keluarga | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Ayah Paling Cepat

Pada suatu siang hari yang panas, ada empat orang anak SD sedang berjalan kaki pulang menuju rumahnya. Dalam perjalanan mereka pun bercerita membanggakan masing-masing ayah mereka. Ceritanya begini:

Tony: “Eh…, kamu tahu tidak jika papa ku kerjanya super cepat.”

Anto: “Memangnya papa kamu kerjanya apa?”

Tony: “Papa ku seorang pemanah. Ketika dia melepaskan panah dari busurnya, lalu dia berlari ke tempat sasarannya. Panah itu baru tiba 5 detik setelah papa ku sampai di sana.”

Budi: “Wuih… hebat juga papa mu. Tapi masih kalah sama ayah ku. Ayah ku, 5 menit lebih cepat.”

Tony: “Memangnya papa kamu kerjanya apa?”

Budi: “Ayah ku seorang pemburu… Waktu ayah menembakkan senapannya, lalu dia berlari ke arah tembakannya. 5 menit sebelum peluru sampai sasaran, ayah sudah duluan.”

Anto: “Luar biasa.., tapi belum apa2 dibanding bapak saya. Bapak saya, 5 jam lebih cepat.”

Budi: “Memangnya bapak mu kerjanya apa?”

Anto: “Bapak saya PNS. Khan jam pulang kerjanya jam 3 sore, tapi jam 10 pagi, bapak sudah kembali lagi ke rumah.”

Ujang yang dari tadi diam menanggapi dengan antusias.

Ujang: “Ah, kalian semua masih kalah sama abah ku. Abah ku lebih cepat 5 bulan.”

Tony: “Lho, kok bisa?”

Ujang: “Iya, begini ceritanya, abah sama emak khan nikahnya bulan Januari, tapi bulan April aku sudah lahir.”

Tony, Anto, Budi: “?????”




24 November 2008 Posted by | Humor Keluarga | , , , , , , | Tinggalkan komentar